MFLOBALONLINE.COM | Dr. B salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kerap kali berbuat ulah dan berdasarkan informasi dilapangan sering membawa nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Deli Serdang, Dr. Jabal Nur, S.H, M.H, dalam melakukan aksinya.
Menangapi hal tersebut, Ketua Badan Pemantau Dan Pecegahan Tindak Pidana Korupsi Lembaga Alianasi Indonesia (BP2 Tipikor LAI), Agustinus P.G, SH ketika dimintai komentarnya langsung oleh TIm Media ini di kantor Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) di Jalan TMII II No.54 Pinang Ranti Kecamatan Makasar Jakarta Timur Rabu (15/3) sekira pukul 14.00 WIB mengatakan, sikap diam yang selama ini dilakukan Kajari Deli Serdang, menambah kuatnya dugaan adanya keterlibatannya dengan Dr B, seperti yang dilansir oleh beberapa media sejak tahun lalu.
“Kajari Deli Serdang Diam Namanya Dicatut, Jaksa Agung Harus Periksa. Nama Kajari kerap kali di bawa-bawa. Tak hanya pengadaan buku, pada tahun lalu nama Kajari juga terseret oleh Dr B yang berhasil mengondol uang sebanyak ratusan juta dengan modus kesangupannya melobi kasus IPH eks Kabag Umum/ PPTK Sekretariatan DPRD Deli Serdang yang menjadi terperiksa dalam kasus dugaan korupsi,” jelas Agus.
Jaksa Agung, lanjut Agus, harus turun membongkar adanya dugaan persekongkolan Dr B dengan Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Yudi Hilmawan dan Kajari Deli Serdang, Dr. Jabal Nur, S.H, M.H guna memulihkan nama baik adiyaksa dan membuat terang berderang rumor yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, sehingga tidak ada opini yang membuat publik berryanda tanya,bukan itu saja,pihaknya juga berharap seluruh percakapan, tiket penerbangan, termaksud cek in hotel untuk turut diperiksa oleh Jaksa Agung.
“Saya baru menerima data dan informasi termaksud rekaman video dan suara terkait sepak terjang
Dr B ini berdasarkan Informasi diantaranya beliau kerap kali mengendarai kendaraan dinas yang bukan menaungi instansinya, termaksud adanya video pertemuan Dr B dengan Kadisdik dan perwakilan salah satu vendor yang diduga akan memonopoli pengadaan buku seluruh sekolah di Deli Serdang, di salah satu hotel di Jakarta Selatan belum lama ini,” jelasnya. (ZAL)






