Hampir Sepekan Kematian Brigadir SS Polisi Bungkam Hotel Atau Golden Hole BNNP “?”

oleh

MGLOBALONLINE.COM | Medan – Maraknya peredaran narkoba di tempat hiburan malam hingga merenggut nyawa kembali terjadi. Kali ini, aparat penegak hukum yang dipercaya sebagai garda terdepan pemberantasan narkoba menjadi korbannya.

Seorang oknum Polri yang bertugas di salah satu Polres di jajaran Polda Sumut, meregang nyawa saat asyik berpesta pora di salah satu tempat hiburan malam yang ada di Kota Medan, Minggu (03/11/2024) dinihari lalu.

Pria yang berstatus ayah dua anak itu diketahui berpangkat Brigadir dan berinisial SS. Dirinya sempat dilarikan ke RSU. Prof Boloni Medan, namun naas nyawanya tak tertolong.

“Mulutnya berbui bang saat dibawa ke rumah sakit. Diduga over dosis dan akhirnya meninggal dunia,” ungkap narasumber yang tidak ingin namanya di publikasikan.

Lima hari sudah berlalu, tak satupun dari pihak kepolisian memberikan tanggapan atas tewasnya oknum Polri tersebut. Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kabid Humas Kombes Pol Hadi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion, Kasat Reskrim Kompol Jamakita Purba, Kapolsek Medan Baru Kompol Yayang Rizki Pratama belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Pasca tewasnya oknum Polri Brigadir SS dalam kondisi Over Dosis, Minggu (03/11/2024) dinihari lalu, BNNP Sumut angkat bicara.

Kepada wartawan, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Toga Habinsar Panjaitan menegaskan akan segera melakukan pengecekan terhadap tempat hiburan malam tersebut.

“Nanti akan di cek,” singkatnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (07/11/2024) siang.

Namun, mantan Dir Krimsus Polda Sumut itu enggan merincikan penindakan yang akan dilakukan terhadap tempat hiburan malam yang diduga sebagai sarang peredaran narkoba yang merenggut nyawa oknum Polri tersebut.

“Sebelumnya mereka dugem dari luar bang. Setelah itu mereka masuk lagi ke Golden Hole, beberapa jam kemudian disitu dia (Brigadir SS-red) kejang-kejang. Mungkin, efek dari obat yang ia konsumsi terlalu berlebihan sehingga membuat nya over dosis. Saat itu juga dia dibawa ke RSU Prof Boloni, bahkan ceweknya itu berinisial AD yang membawa nya ke rumah sakit,” beber narasumber.

Setelah diperiksa oleh tim medis di RSU Prof Boloni, nyawa Brigadir SS pun dikabarkan tidak tertolong lagi dan menghembuskan nafas terakhir nya dalam kondisi mulut yang berbui.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan WhatsApp nya, Manager Golden Hole Bar & KTV Audrelia enggan berkomentar dan tidak mengangkat panggilan WhatsApp awak media ini.

Begitupun dengan pihak Polda Sumut seakan menutup rapat kematian personel nya tersebut.

Menanggapi pemberitaan yang beredar soal kematian Brigadir SS, management Golden Hole Bar & KTV angkat bicara. Kepada wartawan saat ditemui, Manager Golden Hole Bar & KTV, wanita yang akrab disapa Adel ini membantah lokasi tewasnya Brigadir SS di Golden Hole.

“Saya sampaikan bahwa almarhum Brigadir SS meninggal bukan di Golden Hole Bar & KTV. Saya pastikan sekali lagi kepada rekan-rekan media, bahwa almarhum tidak meninggal di area Golden Hole,” ungkap Audrelia, Kamis (07/11/2024) sore.

Bahkan dirinya mengaku sempat melihat mobil milik korban saat melintas di depan RSU Prof. Boloni.

“Siang itu memang saya melintas depan rumah sakit Boloni dan sempat melihat mobil korban. Saya kenal baik dengan almarhum dan saya sempat singgah dan melihat korban sudah meninggal dunia. Bahkan saya yang memberikan kabar kepada istri almarhum soal kematiannya,” tegasnya.

Dirinya berharap melalui klarifikasi ini, seluruh pihak dapat mengerti dan memahami informasi yang beredar.

Seperti diketahui sebelum nya, personel Polres Padanglawas Brigadir SS dikabarkan meninggal dunia over dosis di tempat hiburan malam Golden Hole Bar & KTV, Minggu (03/11/2024) lalu.

Peristiwa kematian Brigadir SS kembali menyita perhatian publik. Pasalnya, Brigadir SS diantarkan ke rumah sakit dalam kondisi tidak bernyawa.

“Jadi, perlu kami luruskan bahwa pasien tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak bernyawa lagi. Dalam artian, kami belum sempat menangani pasien,” ungkap Humas RSU Prof. Boloni Medan, kepada wartawan, Kamis (07/11/2024) sore.

Uniknya, menurut penuturan sang juru bicara rumah sakit itu, pasien yang dalam kondisi mulut berbusa akibat diduga over dosis diantar oleh dua orang wanita.

“Petugas yang sempat menerima pasien melihat dua orang wanita yang mengantarkan. Seorang diantaranya mengaku sebagai istri pasien, namun ia bersikap biasa saja,” bebernya.

Ia menegaskan bahwa menurut keterangan kedua wanita itu, pasien sebelumnya berada didalam kamar hotel.

“Posisinya si pasien mereka bawa dengan dibalut sprei putih yang ternyata berasal dari kamar Hotel. Kalau tidak salah kata petugas kita, kedua wanita itu menyebut nama hotel pardede,” pungkasnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, baik Polsek Medan Baru, Polrestabes Medan, Polda Sumut, atas tewasnya Personel Polres Padang Lawas itu pada Minggu 03 November 2024 dinihari lalu. (mgo/tim/admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.